Travel

Gudeg Jogja Merupakan Salah Satu Daya Tarik Bagi Warga Australia, di Canberra

Gudeg Jogja Merupakan Salah Satu Daya Tarik Bagi Warga Australia, di Canberra

Kuliner legendaris Gudeg dari Yogya rupanya merupakan salah satu daya tarik bagi warga Australia, terutama di Canberra. Bule-bule ini rupanya jatuh cinta dengan gudeg.

Yang terpikat dengan Gudeg pun sungguh berbagai, mulai dari kalangan profesional, penulis dan akademisi hingga budayawan Australia.

Gudeg Jogja Merupakan Salah Satu Daya Tarik Bagi Warga Australia, di Canberra
Gudeg Jogja Merupakan Salah Satu Daya Tarik Bagi Warga Australia, di Canberra (Sumber: detik.com)

Mereka kelihatan begitu menyukainya saat menikmati masakan Gudeg Jogja yang disuguhkan dalam acara Promosi Adat-istiadat dan Pariwisata Indonesia yang mengetengahkan tema ‘The Unforgettable Jogjakarta‘ yang digelar oleh Kedutaan Tidak kecil Republik Indonesia (KBRI) Canberra.

Acara ini dihadiri oleh Duta Besar RI untuk Australia, Y. Kristiarto S. Legowo. Beberapa istri Duta Besar negara kawan, seperti Maroko, Jordania dan Brunei Darussalam, juga tampak datang.

Hellen Mitchel, salah satu pengunjung yang datang mengakui bahwa rasa masakan Gudeg Yogya memang istimewa sekali.

“Yang paling saya suka dari Gudeg merupakan sambal kreceknya” ujar wanita Australia yang nyaris selalu hadir dalam setiap kegiatan promosi pariwisata di KBRI Canberra ini.

Ketertarikan para bule Australia ini ingin merasakan Gudeg Yogya mulai terlihat saat demo masak berlangsung. Mereka langsung mengerumuni, cara memasak Gudeg ingin dilewatkan oleh seolah tak Apalagi, tak susah mencari materi membuat Gudeg di Australia, tergolong nangka muda dan bumbu-bumbunya.

Dikesempatan ini selaku ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Canberra, Ibu Caecilia Legowo, menegaskan bahwa promosi Gudeg Jogja ini adalah bagian dari usaha KBRI Canberra untuk memperkenalkan Kota Yogyaa yang memang menawarkan tidak sedikit atraksi, antara lain: Kraton Yogya, Malioboro, Batik, Candi Borobudur dan Prambanan serta tempat berbelanja.

“Semua kekayaan adat istiadat dan potensi pariwisata Jogja sungguh lengkap untuk ditawarkan kepada publik Australia. Istilahnya 1 paket, mulai dari kesenian, tradisi budaya, panorama alam hingga kuliner. Ada juga Candi Prambanan yang kerap disebut sebagai Menara Eiffel-nya Indonesia,” ujar Caecilia.

Selain demo memasak, program promosi pariwisata ini juga diisi dengan pameran foto bercorak Jogja, pameran batik dan kerajinan tangan khas Yogya, serta pemutaran video.

Gedung Balai Kartini di KBRI Canberra kemudian disulap dengan nuansa corak Kota Yogyakarta saat itu. Terlebih lagi saat masuk, para pengunjung sudah langsung disuguhi musik gending gamelan Jawa.

Untuk lebih memberikan informasi yang lebih luas tentang Yogya, termasuk mengenai mudahnya berkunjung ke Yogya dari beragam kota di Australia, Benedicta Diah Kristanti, diplomat muda KBRI Canberra yang juga berasal dari Yogya, memaparkannya secara atraktif.

“Anda tidak perlu jauh-jauh ke Inggris untuk melihat Istana Buckingham. Datang saja ke Yogyakarta. Kraton Yogya dan tradisi khas masyarakat Yogya, tergolong Grebek Suro, sangat menarik dikunjungi”, ujar diplomat jebolan Universitas St. Andrews, Scotlandia.

Menurut Lindy Ross, wanita Canberra yang sekarang menjadi sebagai Ketua Womens International Club (WIC) di Ibukota Australia ini, usai menghadiri acara di KBRI yang disebutnya sangat informatif ini, dirinya bakal mengajak suaminya berlibur ke Yogya.

“Yogya akan menjadi tujuan berlibur aku selanjutnya. Kotanya punya tidak sedikit kekhasan dan nyaman sebab tak terlalu padat. Tak jauh beda dengan Kota Canberra. Aku juga ingin kembali mencicipi Gudeg Yogya”, imbuhnya.

Promosi tentang Jogjakarta ini dimaksudkan untuk lebih mendorong lebih banyak publik Australia berkunjung ke Indonesia.

Sesudah Selandia Baru, indonesia menjadi destinasi terfavorit di luar negeri bagi pelancong dari Australia Tahun kemudian sekitar 1.3 juta turis Australia mengunjungi berbagai tempat pariwisata di Indonesia.