Bisnis

Dipecat, Musibah atau Berkah?

Dipecat, Musibah atau Berkah

Jika suatu hari kita tiba tiba tanpa pemberitahuan, perusahaan dimana kita bekerja itu memutuskan untuk memecat kita karena mereka memutuskan untuk melakukan penggurangan karyawan, atau mungkin karena perusahaan dimana anda bekerja mengalami kebangkrutan dan usaha ditutup untuk kurun waktu yang belum diketahui. Hal ini tidak dapat anda perkirakan dan dipecat dari pekerjaan anda memang akan membuat anda shock dan mengalami rasa terkejut. Namun alangkah baiknya jika anda bisa merubah hal tersebut menjadi sebuah pelajaran yang berharga daripada anda berlarut larut termenung dengan apa yang hendak anda lakukan selanjutnya.

Tidak jarang masyarakat, khususnya di Indonesia, dipecat, mereka akan melakukan yang namanya unjuk rasa, mengkritik pemerintahan atau tidak jarang juga dari mereka berkata negatif dan menghujat.

Tidak dapat kita pungkiri bahwa ketika kita dipecat, kita akan kehilangan arah dan merasa ingin mengkambing hitamkan orang orang yang ada sangkut pautnya. Namun ada kalanya jika anda meneguhkan diri anda sendiri dan menyakinkan diri anda bahwa kalau anda dipecat itu bukanlah akhir dari segala galanya.

Anda mungkin tidak mengharapkan kondisi seperti ini, tidak ada yang ingin dipecat (mungkin dalam kasus tertentu ada) tapi biasanya anda tidak akan mau dipecat jika anda menikmati pekerjaan anda. Namun yang dimanakan pemutusan kerja atau dipecat itu tidak dapat anda perkirakan dan anda terpaksa akan melihat kembali target karir anda. Inilah saatnya anda berpikir di luar kotak. Mungkin inilah saatnya untuk anda memulai usaha sendiri atau memulai karir dan usaha baru. Jangan takut untuk keluar dari zona nyaman dan memakan gaji dari atasan. Berpikirlah bahwa anda dipecat untuk memulai usaha. Jangan takut untuk mencoba, takutlah bahwa ketika anda tua nanti, anda akan menyesal bahwa anda tidak mencoba.

Dengan kehilangan pekerjaan, maka anda akan kehilangan arus kas. Tidak ada lagi pemasukan dana, bahkan yang ada hanyalah arus kas keluar. Untuk itu anda perlu untuk mengatur ulang anggaran keuangan anda. Hentikanlah pengeluaran yang tidak anda butuhkan. Berhematlah sesering mungkin seperti tidak berlangganan tv kabel jika anda tidak menontonnya, atau tidak makan diluar agar anda bisa berhemat sebanyak mungkin.

Setelah itu semua anda lakukan, anda perlu menyadari bahwa akan ada saatnya anda membuat langkah kedepannya. Mulailah untuk menentukan apakah anda sudah memiliki cukup modal dan keberanian untuk memulai usaha baru atau jika tidak, anda harus segera mencari pekerjaan sambil memikirkan kembali untuk membuka usaha baru sampingan. Mulailah untuk menghubungi teman, kenalan atau saudara anda. Jangan malu untuk menanyakan lowongan pekerjaan kepada mereka.

Gunakanlah sisa waktu luang anda, dengan mengembangkan diri seperti mengikuti les berbahasa inggris atau menggunakan waktu luang anda menjadi sukarelawan di panti asuhan atau gereja. Hal tersebut pastinya akan memperluas jaringan dan hubungan anda dengan orang lain.

Percayalah bahwa anda dipecat bukan karena anda buruk, jadikanlah kesempatan ini dan percayalah bahwa yang terbaik masih akan menanti anda di depan sana. Jangan pernah patah semangat hanya karena anda baru saja kehilangan sebuah pekerjaan. Liat dan yakinkan diri anda bahwa apa yang terjadi ini adalah sebuah kesempatan yang diberikan Tuhan untuk anda memulai sesuatu hal yang baru dan perluaslah kemampuan diri anda.